IT’LL BE NICE TO HAVE ” A STRANGER THAT BECOME A FAMILY”

Jangan takut merasa sendiri kalau kita pergi keliling Indonesia. Kemanapun kita pergi, kita bakalan selalu dapet yang namanya “orang asing yang ahirnya jadi keluarga” yap, bukan keluarga karan hubungan darah atau pernikahan, tetapi keluarga sebagai sesama warga negara Indonesia. Kuncinya ada di sikap kita. Kalau kita bisa nunjukin sikap yang baik, rendah hati, ga nunjukin kita pendatang jadi harus di spesialkan, ga sombong karena kita “lebih maju” kalau daerah yang kita datangi itu daerah yang masih tertinggal, ga banyak ngeluh kalau daerah yang kita datengin itu masih daerah terisolir dari semua kemudahan akses iptek dan fasilitas lainnya.

Mungkin awalnya kita bakalan kerepotan dan bakalan mendadak homesick buat yang ga biasa pergi-pergi jauh & harus blasak-blusuk, tapi kalau kita bisa jaga sikap kita & mau tanya-tanya & belajar untuk meneysuaikan diri, orang-orang disekitar kita jga mau ko bantu, malah dengan senang hati mereka bakalan bantu bikin kita nyaman dengan semua keterbatasan yang ada malah cenderung ga mau bikin kita susah & repot. Lama-lama mereka bakalan jadi kaya keluarga sendiri. Ya, gimana ngga kita ada di daerah yang jauuuuuh diluar lingkaran zona nyaman kita & hanya punya mereka yang. Dari semua cerita yang pernah saya denger & baca, mereka bakalan nganggep kita saudara, bahkan anak sendiri secara tulus bukan karena cari tenar & cari nama ajah di daerahnya karena deket sama orang dari luar daerah mereka yg lebih maju. Dan salah satu yang buat mereka tulus itu justru dari perbedaan yang ada. Yap semua perbedaan yang saya maksud disini, mulai dari fisik, agama, adat istiadat & kebiasaan setempat, prilaku sehari-hari, kehidupan sehari-hari,gimana ekspresi & emosi mereka ketika sudah tiba waktunya kita untuk pulang & entah kapan ada kesempatan untuk balik lagi, dan semua “entah” lainnya dll Tiba-tiba muncul 1 pertanyaan sekaligus pernyataan dari tulisan yang jadi inspirasi ocehan saya kali ini:

“Kalau orang asing di suatu tempat terpencil di pelosok Indonesia sana bisa dengan tulus bantu bahkan jadiin kita saudara/anak mereka dengan tulus padahal baru ketemu ga lebih dari 3 hari dan ada perbedaan jelas yang mencolok diantara kita, kenapa kebanyakan orang-orang di zona nyaman lingkungan kita yang notabennya udah tau kita luar dalem & intensitas ketemunya lebih sering sudah kenal lama , dan tidak ada perbedaan yang sangat mencolok diantara kita malah ga bisa bersikap tulus kaya mereka? yang ada bermuka dua saling bersaing ga sehat dan saling iri???”

SUMBER INSPIRASI OCEHAN:

https://www.facebook.com/notes/reny-anthony/pulang-kampung/500569263316797

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s