PUNCAK GUNUNG

Hanya ada aku dan Tuhan di puncak gunung – Ya benar rasanya kalimat tersebut. Saat aku berselimut dingin dan kabut tebal di lintasan menuju puncak gunung, saat bersimbah keringat dingin menghela nafas berat dalam pendakian untuk segera menuju puncak, apa yang kemudian aku capai?

SUNSET SINDORO SEPTEMBER 2011
 

Kala puncak tertinggi tergapai, lelah jiwa dan raga pun seakan terlupakan. Yang ada adalah hamparan pandangan kagum akan alam di antara tingginya gunung. Semua menjadi bayaran lunas atas jerih payah. Sebuah potret pendakian gunung pada umumnya.

Tetapi semua itu adalah pandangan aku sebagai manusia yang manusiawi. Mengagumi keindahan alam adalah keharusan bagi para pendaki gunung sepertiku. Seterusnya adalah menjaga keindahan itu agar tetap bisa di kagumi terus menerus dan turun temurun. Setelahnya, kuteriakkan: Maha Besar Tuhan Dengan Segala Ciptaan – Nya!

Pelan, aku sadar setelah semua terjadi. Di sana di puncak gunung, ternyata memang benar,hanya ada aku dan Tuhan di sana. Tak ada lagi yang lain yang pantas untuk di syukuri dan di kagumi. Dia – lah Tuhan Sang Pemilik Alam dan Sang Penciptanya.

Aku sanggup menggapai tempat tertinggi, di puncak gunung, semua karena ijin – Nya, semua karena Kuasa – Nya. Tak ada lagi yang lain. Bukan pula teman seperjalanan.

Kemudain apa yang kulakukan? Aku bersujud, bersimpuh mengucapkan syukur dan terima kasih pada – Nya. Telah di berikan waktu dan kesempatan menggapai tempat tertingginya di Bumi, puncak – puncak gunung. Tidak ada gunanya sombong dan angkuh karena puncak tergapai.

SUMBER: http://www.belantaraindonesia.org/2013/02/hanya-ada-aku-dan-tuhan-di-puncak-gunung.html

SENI GUNUNG

Gunung memutuskan apakah Anda naik atau tidak. Seni gunung adalah mengetahui kapan harus pergi, kapan harus tinggal, dan kapan harus mundur. ( Ed Viesturs ). Jadi, pada intinya, mengapa hasrat sebuah pendakian gunung hanya di landasi rasa ingin mencoba, ingin merasakan, ingin di anggap sebagai seorang pendaki hebat, ingin dan ingin yang lain?

www.belantaraindonesia.org

Sebuah pendakian gunung pada dasarnya adalah sebuah kegiatan olahraga fisik dan mental. Siapa sehat di semua itu niscaya akan berhasil dalam pendakiannya. Lebih jauh dari sekedar hal tersebut, sebuah pendakian gunung adalah wujud manusia yang menyukai tantangan.

Tetapi, gunung juga memiliki ‘kuasa’, yakni gunung punya hak untuk menolak atau menerima seorang pendaki menjejakkan kaki di lerengnya. Itulah seni gunung yang berkaitan dengan sebuah kalimat: Seleksi Alam! Alam akan menyeleksi dengan ketat, siapa saja yang bisa menggapai puncaknya dan menikmati keagungan dan keindahannya.

Jadi, sebagai seorang pendaki, ingatlah selalu Kode Etik dalam pendakian, gunakan kesantunan dan tata krama saat berada di tengah alam bebas. Bukan menjadi seorang pendaki yang arogan, yang katanya sanggup ‘menaklukkan‘ puncak gunung!

Teruslah mendaki dan berkegiatan di alam bebas, niscaya alam akan menyeleksi Anda, apakah pantas menyandang nama sebagai seorang pendaki hebat dan rendah hati atau tidak. Itulah seni gunung.

SIAPA YANG MENGENALKANMU PADA GUNUNG?

Siapa yang mengenalkanmu pada gunung? Siapa orang yang mengantarkanmu sampai di puncak gunung? Tentu seandainya kamu tahu, kamu akan berterima kasih kepada orang tersebut, karena tanpanya, kamu tidak akan pernah tahu bahwa di puncak gunung tersebut tersimpan keindahan luar biasa alam raya ini.

www.belantaraindonesia.org

Keindahan itu membuat kita selalu ingin kembali ke sana hingga akhirnya hampir semua puncak gunung telah berhasil kita daki Namun sekarang keadaan telah berbalik. Kamu telah menjadi orang yang bisa mengenalkan dan mengantarkan para penerus kita pada keindahan yang ada di puncak gunung.

Dan bayangkan bahwa penerus kita adalah kamu pada masa yang lalu. Apakah kamu cukup tega untuk melihat generasi penerus kita tidak bisa merasakan keindahan yang ada di atas sana ? Bagaimana jika itu terjadi padamu ?

Jika tidak ada orang yang sudi mengenalkan dan mengantarkan orang lain untuk sampai di puncak gunung mungkin sampai sekarang tidak ada lagi orang yang pergi ke puncak gunung. Coba bayangkan jika kamu tidak pernah bertemu dengan orang – orang seperti itu ? Mungkin kamu tidak akan pernah tahu keindahan yang tersimpan di puncak gunung  Mungkin kamu tidak akan pernah sampai di puncak – puncak tertinggi impianmu  

Jika kamu ingin membalas budi akan kebaikan orang tersebut, cukuplah kamu melestarikan tradisi yang ada. Jangan sampai penerusmu tidak pernah tahu keindahan yang ada di atas sana. Jangan sampai tradisi tersebut hancur di tangan orang orang egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Jangan sampai tradisi tersebut hancur di tanganmu

Ketika semua gunung telah berhasil kita jelajahi dan kita memutuskan untuk berhenti. Coba lestarikan tradisi ini sebagai perjuangan terakhirmu sebelum benar – benar berhenti

SUMBER: http://www.belantaraindonesia.org/2013/02/seni-gunung.html

RASAKANLAH SENSASI DI PUNCAK GUNUNG

Rasakanlah sensasi di puncak gunung bagi Anda kaum pendaki gunung yang selalu menjadikan pencapaian puncak gunung adalah sebuah obsesi. Tentu obsesi tersebut harus dibayar dengan kelelahan fisik dan juga mental yang luar biasa. Belum lagi suhu dingin yang terus menerpa yang tak biasa Anda rasakan di kehidupan keseharian.

www.belantaraindonesia.org
Properti: Belantara Indonesia

Namun semua itu sirna tatkala pemandangan indah yang hanya bisa disaksikan pada ketinggian ribuan meter di atas permukaan laut tersua di depan mata.

Sensasi mencapai puncak memang luar biasa. Saat menapakkan kaki di sana, kita serasa berada di atas awan. Ada kepuasan tersendiri yang sulit dijelaskan dengan kata – kata kala mata menyapu pandang ke segala arah di ketinggian. Sensasi itulah yang menjadikan para pendaki gunung tak pernah bosan menjajal gunung yang sama hingga berulang kali. 

Dan akan selalu mencoba mendaki puncak gunung lain, yang belum pernah didaki karena setiap puncak menyajikan sensasi dengan cita rasanya masing – masing.

Bagi Anda yang tak pernah sekalipun naik gunung, cobalah barang sekali melakukannya.Rasakanlah sensasi mencapai puncak. Anda pasti akan tak puas hanya sekali, tetapi ingin mengulanginya pada kesempatan yang lain dengan gunung yang berbeda.

SUMBER: http://www.belantaraindonesia.org/2013/02/rasakanlah-sensasi-di-puncak-gunung.html

SAHABAT, ADALAH BEKAL UTAMA DALAM PENDAKIAN GUNUNG

Mendaki gunung lagi dan lagi tentu persiapan matang serta bekal harus di letakkan di porsi utama. Tanpa hal tersebut, tentu perjalanan pendakian kita akan sangat menantang. Pendakian gunung adalah salah satu kegiatan di alam bebas yang tingkat bahayanya termasuk golongan tinggi di banding kegiatan alam bebas yang lain.

www.belantaraindonesia.org
Belantara Indonesia

Persiapan standart mendaki gunung, serta estimasi bekal mau berapa lama kita berkegiatan di gunung, menjadi sebuah agenda yang tentu sudah dipersiapkan dengan matang.

Setiap orang yang suka mendaki, tentu sudah hafal perlengkapan standart yang akan dibawa. Dan semua perlengkapan pribadi itu tak bisa kita mengharapkan dari orang lain. Sebuah ransel, mantel, matras, raincoat, sleeping bag, air, senter, bahan makanan, kompor, survival kit, obat – obatan dan perlengkapan lain tak luput kita bawa.

Menjelang hari keberangkatan tak lupa semua barang yang dibutuhkan dimasukkan ke dalam ransel. Jangan sampai ada satu barangpun yang ketinggalan. Setelah semua dirasa cukup, makaseorang pendaki akan yakin untuk mengadakan perjalanan mendaki gunung. 

Seorang pendaki merasa yakin mendaki gunung, karena ia mengetahui jalur mana yang akan ia tempuh, ia merasa yakin juga karena semua yang dibutuhkan dalam perjalanan menuju puncak semua sudah tersedia di dalam ransel.

www.belantaraindonesia.org
Belantara Indonesia

Dan yang membuat yakin juga, jika ada teman – teman yang berjalan mendampingi kita selama perjalanan mencapai puncak gunung. Selama perjalanan menuju puncak, tak terhitung berapa kali kita istirahat. Jika terhadang malam dan stamina sudah mulai ngedrop wajar jika perjalanan dihentikan untuk beristirahat di dalam tenda.

Carilah seorang sahabat yang dengan setia menunggumu disaat lelah, mendampingimu dengan sabar, membawakan bebanmu dikala kamu tidak kuat. Dan sahabat yang mau membagikan hal yang ia punya, disaat kamu tak membawa bekal.

SUMBER: http://www.belantaraindonesia.org/2013/01/sahabat-adalah-bekal-utama-dalam.html

MENGAPA SELALU RINDU MENDAKI GUNUNG?

Mengapa selalu rindu mendaki gunung? Tentu banyak jawaban yang akan diberikan oleh para pendaki gunung apabila tanya tersebut di berikan kepada mereka. Banyak hal yang akan di temukan di sana, di tengah alam gunung. Tetapi mungkin hal – hal berikut ini menjadi salah satu dari jawaban Anda.

www.belantaraindonesia.org
Plawangan Sembalun Rinjani

 

  1. Udara pegunungan yang bersih membuat paru – paru saya berterima kasih.
  2. Tidak ada yang bisa mengalahkan sensasi minum langsung di mata air gunung.
  3. Suara alam di tengah kesunyian malam yang sebenarnya.
  4. Perhiasan langit yang selalu nampak jelas di malam hari.
  5. Tidak ada makanan yang lebih nikmat dari makanan yang dimasak di atas gunung.
  6. Bisa mengenal teman jauh lebih dekat. Merajut persaudaraan.
  7. Bertemu orang – orang baru layaknya sahabat yang lama tak jumpa.
  8. Membakar kalori dan menurunkan sedikit berat badan. Sehat!
  9. Kenikmatan secangkir kopi di tengah dinginnya kabut pagi.
  10. Selalu mendapat mood positif.
  11. Menenangkan hati dan pikiran.
  12. Mengajarkan bahwa kita itu sangatlah kecil dibandingkan alam, apalagi penciptanya.
  13. Melatih mental dan fisik.
  14. Tidak pernah menyesal untuk pergi, dan selalu ingin kembali.
  15. Saya suka berjalan di alam, tanpa destinasi. Life is all about journey, right?
  16. It help you to make sense of this crazy world we live in.
  17. Melihat hal – hal yang mungkin orang lain tidak pernah melihatnya. Padang savanadengan bunga Edelweiss, danau dan air terjun yang belum terjamah, langit yangmenggelora, barisan bintang bersama Bimasakti dan masih banyak lagi.
  18. It’s a photographers dream! Alam menghasilkan hal – hal yang luar biasa. Dan kita tidak pernah tahu kejutan apa lagi yang akan diberikan kepada kita.

Dan rasanya ingatan di benak kita akan kembali mengingat apa yang pernah menjadi jawabanGeorge Mallory saat di tanyakan : Mengapa mendaki gunung? Because it’s there

Just never forget this when you hike : Never take anything but pictures, never leave anything but footprints, and never kill anything but time. Bagaimana dengan kalian?

SUMBER: http://www.belantaraindonesia.org/2013/01/mengapa-selalu-rindu-mendaki-gunung.html

JANGAN TAKUT MENDAKI GUNUNG

Jangan takut mendaki gunung. Mengapa? Karena kegiatan mendaki gunung adalah kegiatan yang menyenangkan. Dengan mendaki gunung, udara segar, alam yang mengagumkan sangat mudah kita temukan. Walaupun ada hal – hal klasik yang sering menjadi bahan ketakutan bagi para pendaki gunung, terutama yang hendak memulai sebuah pendakian.

www.belantaraindonesia.org

Kegiatan mendaki gunung sudah menjadi hal biasa untuk seorang pendaki, seorang pendaki yang berpengalaman pasti sudah tahu arah atau jalan rute pendakian, perlengkapan dan lain – lain. Mendaki biasanya dilakukan oleh suatu kelompok dan mendaki secara bersama – sama bahkan ada juga yang mendaki dengan seorang diri.

Tetapi untuk para pendaki gunung, apa yang mereka takutkan ketika sedang mendaki sebuah gunung? Mungkin tidak ada yang mereka takutkan kecuali takut tersesat ketika sedang melakukan pendakian.  Dan berikut ini ketakutan – ketakutan klasik para pendaki gunung yang mungkin juga termasuk kita.

1. Takut Tersesat
Ini dia hal yang paling sering ditakuti oleh para pendaki, ya benar sekali, takut tersesat. Seorang pendaki sangat takut tersesat saat mendaki, entah secara bersama – sama ataupun dengan sendirian. Seorang pendaki harus memiliki sebuah peta rute pendakian sehingga si pendaki tersebut tidak akan tersesat. Coba bila Anda sedang melakukan pendakian dan Anda tiba – tiba tidak tahu rute arah pendakian dan akhirnya Anda tersesat, mungkin hal tersebut tidak ingin dialami oleh setiap pendaki.

Tips:
-Sebelum melakukan pendakian, mintalah peta rute pendakian kepada petugas pos pendakian.
-Memiliki sebuah peta rute pendakian bisa membantu Anda pada saat mendaki.
-Bacalah doa sebelum melakukan pendakian.
-Kenalilah medan gunung sebelum mendaki.

2. Takut Ditinggal Oleh Teman Saat Mendaki
Ini merupakan salah satu hal yang para pendaki takutkan, takut ditinggal teman saat mendaki. Mungkin Anda tidak mau bukan bila Anda ditinggal oleh teman – teman Anda saat mendaki apalagi kalau Anda tidak tahu rute pendakiannya.

Memang benar, bila Anda sedang melakukan pendakian dengan teman – teman secara bersama – sama pasti takut kalau Anda ditinggal oleh teman – teman Anda  saat mendaki bukan? Bila Anda sedang mendaki gunung bersama teman – teman secara bersama – sama, dan Anda tiba – tiba ditinggal oleh teman – teman lain lebih gawat lagi jika Anda tidak tahu arah rute pendakiannya. 

Tips:

-Sebelum melakukan pendakian, mintalah peta rute pendakian kepada petugas pos pendakian.
-Lakukan pendakian secara bersama – sama dan selalu dekat dengan teman – teman saat mendaki.
-Bacalah doa sebelum melakukan pendakian bersama – sama. 

3. Takut Ada Hantu
Aneh dan tidak masuk akal, apakah ada hantu di sebuah gunung yang diselimuti oleh hutan – hutan yang lebat? Mungkin ada dan juga mungkin tidak ada. Tetapi ini memang kenyataan yang sering pendaki takutkan, walaupun tidak semua para pendaki takut akan hantu

Tips:
-Lakukan pendakian secara bersama – sama.
-Lakukan pendakian pada pagi hari jangan malam hari.
-Sebelum melakukan pendakian, disarankan untuk berdoa terlebih dahulu supaya selamat.

www.belantaraindonesia.org

4. Takut Pesediaan Makanan Habis
Mungkin ini jarang dipikirkan oleh pendaki, namun ini kenyataannya yang sering ditakuti oleh para pendaki. Pendaki takut bila persediaan makanan yang mereka bawa akan habis, maumakan apa bila persediaan makanan habis?.

Mendaki sebuah gunung yang tinggi pasti memiliki sebuah persediaan yang cukup, pendaki biasanya pada saat mendaki dan menunjukkan hari akan gelap juga belum sampai di pos pemberhentian, para pendaki akan mendirikan tenda di tengah – tengah rute. Membawa persediaan makanan yang cukup bisa membuat pendaki tenang untuk mendaki.

Tips:
-Sebelum mendaki, bawalah makanan yang banyak berupa nasi dan makanan ringan.
-Pada saat dalam pendakian, Anda harus makan, makanlah seperlunya jangan dihabiskan semua. Jaga – jaga bila Anda mau makan lagi.
-Disarankan sebelum melakukan pendakian, berdoa supaya selamat.   

5. Diterkam Binatang Buas
Para pendaki yang akan melakukan pendakian gunung selalu dihantui oleh perasaan takut akan nantinya saat mendaki mereka tiba – tiba diterkam binatang buas. Memang benar, di gunung yang disertai dengan hutan yang lebat bisa jadi sarang binatang buas, sehingga Anda terutama pendaki yang ingin melakukan pendakian harus hati – hati bila saat Anda sedang mendaki gunung tiba – tiba Anda diserang oleh binatang buas. Kewaspadaan dan ketelitian menjadi hal yang wajib ketika melakukan pendakian.

Tips:
-Melakukan pendakian disarankan dilakukan bersama – sama jangan seorang diri, karena mengantisipasi bila Anda tiba – tiba diserang oleh binatang buas. Sehingga bila Anda tiba – tiba diserang oleh binatang buas saat mendaki, teman – teman Anda bisa menolong Anda.  
-Disarankan melakukan pendakian pada saat pagi hari jangan malam hari.
-Sebelum melakukan pendakian bersama – sama, bacalah doa sehingga nanti saat pendakian menjadi lancar dan tidak ada kejadian yang tidak inginkan.

Barangsiapa yang takut mendaki gunung yang tinggi, niscaya akan hidup selamanya di dalam lubang yang dalam.

SUMBER: http://www.belantaraindonesia.org/2013/01/jangan-takut-mendaki-gunung.html

AKU CINTA INDONESIA KARENA ALAMNYA

Aku cinta Indonesia, tanah tumpah darahku. Di negeri ini aku dilahirkan dan di sini pula aku diberi makanan, airnya mampu melepaskanku dari rasa dahaga, orang – orangnya yang pada akhirnya mampu mendidik dan memberi ilmu padaku, dan kultur serta kearifan lokalnya yang membuat aku bisa bertoleransi.

www.belantaraindonesia.org

Untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air Indonesia memang dapat berasal dari mana saja, apa saja dan kapan saja, tidak terkecuali oleh alam. Alam Indonesia telah membuat hatiku semakin cinta pada ibu pertiwi. Tidak dipungkiri Indonesia memang salah satu surga dunia.

Bukan kemewahan, kemegahan dan perkembangan teknologi seperti negara maju yang Indonesia tampilkan. Melainkan keeksotisan dan keindahan alamnya yang alami yang membuatnya jauh lebih indah dibanding negara lain.

Perjalanan yang pernah aku lakukan mulai dari bentangan pantai hingga puncak gunung telah membuat aku jatuh cinta dan bangga pada bangsa ini. Mungkin di luar sana banyak yang mencibir Indonesia sebagai negara tak pernah maju, bahkan tidak sedikit rakyatnya sendiri yang malu untuk berbangsa Indonesia. Tetapi itu semua tidak melunturkan rasa cintaku padaIbu Pertiwi.

Ketika meletakkan kaki di hamparan pasir pantai dan bentangan laut serta menyelami apa yang terkandung didalamnya mulai dari biota hingga hasil bumi ( minyak dan gak alam ) rasa syukur terucap dari hati ini.

Aku bersyukur karena telah ditakdirkan sebagai orang Indonesia. Ketika menanjakkan kaki di jajaran gunung – gunung, dari atas gunung dapat dilihat begitu indahnya negeri ini. Yang tentunya semakin menambah rasa cinta dan syukurku.

Kultur dan budaya orang yang beraneka ragam banyak aku temukan saat melakukan perjalanan. Kehangatan dan keramahan warga – warga setempat lagi – lagi membuat aku bersyukur karena telah dilahirkan dinegeri ini. Keramahan seperti inilah  yang tidak akan banyak ditemukan di negara lain.

Budayanya yang begitu banyak dan beragam turut menambah kekayaan bangsa ini. Bahasa daerahnya saja ada begitu banyak dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan bahasa daerah terbanyak di dunia. Kerukunan antara umat beragama yang indah hanya akan ditemui di negeri ini.

Mungkin beberapa tahun belakangan ini beberapa kali terjadi perselisisihan atau konflik antara sekelompok orang tertentu yang mengatas namakan agama. Tetapi itu hanya sekelompok kecil dan tentu tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur kerukunan umat beragama di negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat didunia.

Hanya dinegeri inilah persahabatan di atas perbedaan keyakinan dapat terjalin dengan begitu harmonis. Dengan tetap memegang teguh keyakinannya masing – masing.

Memang tidak akan ada yang sempurna di dunia ini, termasuk Indonesia. Tetapi kelebihan dan kekurangan negeri ini tidak melunturkan rasa bangga dan cinta pada Indonesiaku, Tanah Air Beta

SUMBER: http://www.belantaraindonesia.org/2013/01/aku-cinta-indonesia-karena-alamnya.html

ALASANKU MENDAKI GUNUNG

Mendaki gunung, aku menyukainya selama ini dan sejauh ini. Bagiku, mendaki gunung adalah sebuah perpaduan antara olahraga dan kegiatan rekreasi dalam menghadapi tantangan dan bahaya yang terdapat pada lereng dan jurang kelamnya dan setelahnya aku bisa menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan dari sebuah ketinggian setelah harus bersusah dahulu menuju puncaknya.

www.belantaraindonesia.org

Dan inilah alasanku mendaki gunung, semoga tidak jauh dengan alasan kalian semua.

Mendaki gunung adalah menyelesaikan tantangan dan mengukur kemampuan individu dalam skala yang berbeda. Orang yang mencintai petualangan, olahraga ini akan memberikan rasa antusias dan pemenuhan rasa menaklukkan dunia pada saat tiba di puncaknya. Menyaksikan pemandangan yang indah biasanya adalah hasil dari semuanya.

Mendaki gunung adalah kegiatan fisik yang sangat baik untuk kesehatan. Ini merupakan bentuk latihan di mana ketika kita menikmati tantangan juga harus mengeluarkan energi yang besar pada saat yang sama. Efek dari olahraga juga akan meningkatkan kekuatan tubuh dan daya tahan.

Mendaki gunung menawarkan eksplorasi keindahan alam. Sebagian besar pecinta kegiatan ini menemukan rasa cinta kepada alam bebas melalui kegiatan ini, Kegiatan ini juga membawa mereka lebih dekat kepada kebebasa dan kehidupan liar. Selain itu, perjalanan ke puncak gunung akan menyajikan keindahan alam yang begitu sempurna

Mendaki gunung mengembangkan beberapa keterampilan dan melatih kita melakukan persiapan menghadapi masalah, memberikan kewaspadaan, kesabaran, kepercayaan diri, dan kerja kelompok. Dalam hal ini kegiatan mendaki gunung dapat dilihat sebagai refleksi dari kehidupan nyata di mana kita harus bekerja keras untuk mencapai tujuan kita. Menekankan disiplin begitu penting sebagai nilai tambah di setiap pendakian.

Mendaki gunung juga merupakan kegiatan untuk membangun persahabatan antara sesama pendaki dan petualang. Pendakian yang menyenangkan adalah sebuah petualangan yang menyenangkan dalam berbagi dan mengikat rasa persahabatan. Kepekaan kebutuhan dalam sebuah kelompok ada akhirnya membentuk sebuah ikatan yang kuat.

Mendaki gunung merupakan bentuk relaksasi. Meskipun kegiatan ini menuntut fisik yang kuat namun akan menjauhkan kita dari rasa bosan terhadap rutinitas kegiatan setiap hari.Lingkungan yang indah dapat menghilangkan stres dari besarnya tanggung jawab pekerjaan sehari – hari dan rutinitas harian. Mendaki gunung biasanya dipakai sebagai alat keluar dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan kota

SUMBER: http://www.belantaraindonesia.org/2012/11/alasanku-mendaki-gunung.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s