“KUACI”, “ROBOT”, & “APEL”

Disaat yang lainnya sibuk milih-milih smartphone, baik untuk pilihan pertama atau untuk pendamping, saya malah lebih memilih ipod! Iya, ipod yang itu, yang kalau tidak ada Wi-fi bakalan useless banget dijaman serba canggih ini. Sebenarnya bukan karena saya gaptek (meskipun sebenarnya aga sedikit gaptek juga sih), tapiiiii….

Dulu, waktu si “robot” masih langka & si “apel kegigit” belum banyak yang pakai, saya pakai 2 hp, yg 1 BB, itupun malas saya ganti karena masih bisa berfungsi dengan baik, hanya sudah ganti batre dan bocel sana-sini saja. Hp saya satu lagi adalah Nokia jadul kalau tidak salah seri 8250 yang slide warna hitam, itupun “warisan” dari papah soalnya papah udah ganti sama BB juga. Kenapa Nokia itu? karena itu HP slide pertama yang kalau diibaratkan itu saya begitu lihat Nokia itu kaya “Love at first sight”. Lagipula, HP Nokia itu saya pergunakan untuk urusan kantor dan keluar kota saja. Sekarang, Nokia pun sudah beristirahat dengan tenang alias rusak dan kartunya kadaluarsa haha.

Nah, balik lagi ke ipod, kenapa sih ipod?

1. Karena saya seneng banget denger musik, pokonya musik, musik, musik, jadi saya butuh satu gadget yang memang hanya dikhususkan fungsinya hanya untuk musim tanpa mengganggu dan diganggu oleh fungsi lainnya

2.Semua gitur sosmed yang ada di ipod hanya bisa merajalela kalau dikasih asupan Wi-fi & ga semua tempat juga ada wi-fi

3. Setidaknya bisa sebai alat untuk mencegah yang namanya asik sendiri sama gadget, bahkan orang disebelah pun ngobrolnya via sosmed. Woow!!

4. Setidaknya bisa ngapain aja (asal ada wi-fi) tapi tetep hanya ngasih makan kartu 1 sajah, hemat!

5. Tapi rempongnya, kalau urusan peta dan GPS, sebenernya lebih lengkap di ipod, tapi berhubung peta & GPS itu diperluin banget pas lagi jelajah dan kalau jelajah itu ga ada wi-fi, jadilah peta, GPS, dan semua informasinya jadi pajangan saja.

6. Biarpun ada fitur offline maps, tapi jarang bisa diandalkan, akhirnya balik lagi ke GPS seadanya si BB & GPS paling canggih (Guide Penduduk Setempat)

Yaaahh, kira-kira itulah alasan saya masih bertahan dengan BB & ipod di dalam tas kemanapun saya pergi, setidaknya saya masih bisa cara mengerem diri sendiri dari kecenderungan untuk asik sendiri dengan gadget yang kayanya udah makin parah aja. Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s