CURUG CILEMPER

 upload-118

Secara administratif, Curug Cilemper berada di Desa Cipancar, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Curug Cilemper ini masih berada di lokasi yang sama dengan Curug Cikondang, posisi Curug Cilemper ini berada sebelum Curug Cikondang bila dari pintu masuk TWA Gunung Burangrang. Lokasi Curug Cilemper ini Berjarak 37 Km dari kota Subang ke arah Selatan (1 jam perjalanan) atau sekitar 50 km dari Kota Bandung kearah Utara (1,5 jam perjalanan).  Selain itu juga dapat dicapai melalui Purwakarta kurang lebih 25 km ke arah Wanayasa.  Kondisi jalan, umumnya beraspal dan hanya sebagian kecil yang masih berupa jalan batu, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Jika dari arah Wanayasa (di jalan raya yang menghubungkan Subang dan Purwakarta) sekitar 5 km setelah pasar Wanayasa, tepatnya di pangkalan ojek Kampung Legok Barong, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes ambil belokan kanan memasuki jalan desa ke arah Desa Cipancar.  Jarak lokasi Curug Cilemper ini dari pangkalan ojek tersebut sekitar 4 km.  Jalan masuk ke curug ini sudah ditandai papan dan petunjuk arah yang jelas. Kondisi jalan masuk ini sudah beraspal meski dibeberapa bagian sudah mulai banyak terkelupas. Petunjuk arah menuju Curug Cilemper memang tidak ada, yang ada hanya papan penunjuk arah menuju Curug Cijalu. Setibanya di lokasi wisata Curug Cijalu (Curug Cikondang), lokasi Curug Cilemper ini tidak terlalu jauh. Ambil arah menuju bumi perkemahan dari tempat parkir, dan lokasi Curug Cilemper ini berada tepat di pinggir jalan setapak menuju Curug Cikondang. Ketinggian Curug Cilemper kurang lebih sekitar 30 m.

 upload-220

Curug Cilemper dapat diklasifikasikan sebagai tipe ‘Horsetail’ dan ‘Cascade’ sebagai tipe dominannya. Aliran jatuhan airnya tidak terlalu deras dan mengikuti kontur batuan penyusun dinding air terjun yang tampak seperti Colummnar joint, cukup sesuai dengan salah satu ciri tipe ‘Cascade’ waterfall. Selama proses jatuhnya, air terjun bebas dengan tetap mempertahankan kontak dengan dinding air terjun yang cukup sesuai dengan salah saru ciri tipe ‘Horsetail’ waterfall. Pada musim hujan, akan tampak satu klasifikasi lagi, yaitu ‘Fan’ meskipun tidak terlalu terlihat, sehingga tipe ‘Fan’ ini bukan merupakan klasifikasi dominan. Tipe Fan muncul karena pada musim hujan aliran jatuhan Curug Cilemper akan melebar ketika sudah hampir mencapai kolam, sedangkan bagian atasnya, lintasan dinding air terjunnya lebih sempit dibandingkan bagian bawahnya. Curug Cilemper memiliki kolam dengan ukuran yang tidak besar dan tidak dalam. Aliran air Curug Cilemper masuk ke dalam kola yang kemudian langsung dialirkan kembali menuju aliran sungai kecil yang terhubung dengan aliran utama sungai dari Curug Cikondang.

 upload-315

Curug Cilemper dapat dikunjungi sepanjang waktu, kecuali pada bulan Juni-Agustus karena pada saat itu merupakan musim kemarau dan aliran airnya akan sangat kecil, tetapi tidak akan sampai kering total. Ketika musim hujan, debit jatuhan airnya pun tidak akan terlalu deras dan akan menampilkan air terjun dengan batuan dinding air terjun yang khas seperti tangga.

upload-416

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s