SITU WANGI

Secara administratif, Situ Wangi terletak di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dan terletak pada koordinat 7°09’42.0″S 108°22’11.3″E. Pada mulanya, Situ Wangi hanya dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai sumber pengairan sawah, kebun, dan kolam. Pada 2007, Situ Wangi masuk kedalam pada perencanaan pengembangan objek wisata oleh Pemkab Ciamis. Hal ini baru dapat direalisasikan pada 2014.

Situ Wangi yang memiliki luas kurang lebih 4,7 Ha yang sudah meliputi area perairan dan darat akhirnya dibenahi. Pembenahan dilakukan oleh Pemkab Ciamis. Pembenahan yang dilakukan diantaranya perbaikan akses jalan menuju Situ Wangi, pembuatan gapura Situ Wangi, pembuatan area parkir wisatawan. Pembenahan lainnya, terkait dengan penataan dan penambahan sarana prasarana bisa dilangsungkan setelah pembebasan lahan warga yang berbatasan langsung dengan area Situ Wangi.

Asal-usul nama Situ Wangi memiliki dua versi yang berbeda. Versi pertama berkaitan dengan Kerajaan Galuh. Disebutkan, Raja Galuh pertama, keturunan Brata Legawa, atau lebih akrab dikenal Haji Purwa Galuh (Prabu Wangi), pergi ke Mekah untuk berhaji. Sepulang dari Mekah, Haji Purwa Galuh tersebut membawa air zam-zam. Kemudian, sebagian air zam-zam tersebut dituangkan ke dalam situ, kemudian lahirlah nama Situ Wangi. Versi kedua yaitu diambil dari nama seorang penari ronggeng yang dulu mencurahkan keluh kesahnya dengan mendatangi situ tersebut, nama seorang penari itu Nyi mas Sri Wangi.

Selain asal-usul nama Situ Wangi yang salah satunya memiliki kaitan dengan Kerajaan Galuh, ada beberapa fenomena dan kepercayaan warga setempat mengenai Situ Wangi. Salah satunya adalah cerita mengenai Rawing dan Kohkol yang muncul pada saat peresmian Situ Wangi.

Saat Situ Wangi diresmikan, para tamu undangan disuguhi ikan mas. Ikan mas itu kemudian dimakan, tapi bagian kepalanya tidak. Ikan itu selanjutnya dilemparkan ke dalam Situ Wangi. Seketika, ikan mas itu hidup kembali. Ikan mas itu diberi nama si Rawing. Ada lagi cerita, ikan mas yang disuguhkan saat pembukaan, hanya dimakan pada bagian perutnya saja. Ikan itu kemudian hidup kembali setelah dilemparkan ke dalam situ. Ikan itu kemudian dinamai Kohkol.

Keanehan di Situ Wangi terkait keberadaan Kohkol yaitu seandainya Situ Wangi itu dipancing, maka ikan yang ada di dalamnya akan pindah ke Situ Panjalu. Ikan-ikan itu dibawa Kohkol, dimana bagian perutnya yang berlubang membawa air menuju Situ Panjalu. Air itu digunakan untuk memubuat jalan yang dilalui ikan menjadi licin. Ikan Kohkol itu biasanya diikuti ikan lele berukuran besar di belakangnya.

Fenomena lain yang terjadi pada Situ Wangi, terjadi pada saat kejadian tsunami Aceh. Air yang ada di Situ Wangi surut sedalam dua meter, dan kembali menyembur ke atas mencapai empat meter. Kejadian itu persis bersamaan dengan peristiwa tsunami. Begitu juga saat terjadi bencana di belahan bumi lain. Air di Situ Wangi bergelombang seperti ombak dan airnya berubah menjadi keruh.

Mitos lainnya seputar Situ Wangi ialah adanya larangan untuk buang air besar dan kecil di sekitar danua. Konon, menurut warga setempat, jika dilanggar, maka pelanggar tersebut akan meninggal keesokan harinya. Untuk menghindari petaka tersebut, pelanggar harus membaca Al-Quran semalam suntuk dengan ditemani oleh warga setempat. Ada juga mitos mengenai larangan suku asli di salah satu wilayah di Jawa Barat untuk berkunjung ke Situ Wangi. Meskipun masih belum jelas alasan dan akibatnya, namun, ada baiknya pengunjung tetap menghormati kepercayaan di lokasi Situ Wangi.

Air Situ Wangi tidak akan menyusut seperti kebanyakan danau lainnya di Jawa Barat. Ketika musim kemarau, air dan ikan di Situ Wangi akan tetap berlimpah. Air di Situ Wangi tidak akan surut dan ikan-ikannya tidak akan menghilang ketika musim kemarau. Hal ini disebabkan adanya kepercayaan bahwa sumber air di Situ Wangi sama dengan sumber air yang ada di Situ Lengkong, Kabupaten Panjalu.

Akses menuju Situ Wangi termasuk mudah, bahkan dari beberapa kota besar di sektarnya, seperti Majalengka, Ciamis, bahkan Bandung. Berikut uraian jalur menuju Situ Wangi dari beberapa kota besar.

BANDUNG – KAWALI – SITU WANGI

Arahkan kendaraan menuju Ciawi melalui Jalan Raya Bandung – Tasikmalaya. Tepat di Pasar Ciawi, ambil jalan menuju Pondok Pesantren Suryalaya melalui Pagerageung. Pertigaan menuju Pagerageung berada pada koordinat -7.125025, 108.145545. Pada koordinat ini, ambil kanan menuju Jalan H. Salim. Ikuti jalan raya utama hingga tiba di pertigaan pada koordinat -7.125503, 108.154650. Ambil arah kiri pada pertigaan ini menuju Jalan Raya Nanggeleng – Cirahayu (Jalan Raya Pagerageung). Ikuti terus jalan raya utama hingga patokan berikutnya. Patokan berikutnya yaitu Pondok Pesantren Suryalaya.

Setelah persimpangan dengan jalur menuju Pondok Pesantren Suryalaya, akan ditemui persimpangan besar pada koordinat -7.125572, 108.219191. Persimpangan ini merupakan pertemuan dari Jalan Raya Suryalaya – Jalan Raya Panjalu – Simpang Tiga Warudoyong. Ikuti jalan raya utama pada persimpangan ini menuju Simpang Tiga Warudoyong. Patokan berikutnya yaitu Situ Lengkong di Kecamatan Panjalu.

Setibanya di area Situ Lengkong, tepatnya di persimpangan pada koordinat -7.128427, 108.264994, ambil arah kanan menuju gerbang masuk objek wisata Situ Lengkong. Setelah gerbang masuk objek wisata Situ Lengkong, ikuti jalan raya utama menuju Jalan Raya Panjalu – Kawali. Ikuti jalan raya utama hingga tiba di persimpangan pada koordinat -7.177750, 108.364180. Ambil arah kiri menuju Jalan Cikijing – Kawali. Ikuti jalan raya utama hingga tiba di persimpangan pada koordinat -7.166573, 108.368959.

Persimpangan ini berada tepat di tikungan, sehingga akan lebih mudah jika masuk dari arah Kawali. Ikuti jalan utama hingga menemukan gapura masuk ke Situ Wangi pada koordinat -7.162870, 108.368633. Gapura masuk menuju Situ Wangi berada di sebelah kanan jalan. Pembacaan jarak dan waktu tempuh pada peta adalah 115 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam 25 menit.

CIAMIS – KAWALI – SITU WANGI

Arahkan kendaraan menuju Kecamatan Kawali. Setelah tiba di Kecamatan Kawali, arahkan kendaraan menuju Jalan Raya Cikijing – Kawali hingga bertemu persimpangan pada koordinat -7.177648, 108.364181. Ambil arah kanan pada persimpangan ini menuju Jalan Raya Cikijing – Kawali. Ikuti jalan utama hingga menemukan gapura masuk ke Situ Wangi pada koordinat -7.162870, 108.368633. Gapura masuk menuju Situ Wangi berada di sebelah kanan jalan. Pembacaan jarak dan waktu tempuh pada peta adalah 23.2 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 38 menit.

MAJALENGKA – PANAWANGAN – SITU WANGI

Arahkan kendaraan menuju Kecamatan Cikijing melalui Kecamatan Maja kemudain Kecamatan Talaga. Setiba di Kecamatan Cikijing, arahkan kendaraan menuju persimpangan ke Jalan Raya Cikijing – Kawali. Persimpangan menuju Jalan Raya Cikijing – Kawali berada pada koordinat -7.016263, 108.365689. Ambil arah kiri menuju Jalan Raya Panawangan. Ikuti jalan raya utama hingga tiba pada persimpangan di koordinat -7.025867, 108.351542. Ambil arah kiri menuju Jalan Raya Panawangan.

Arahkan kendaraan hingga tiba di Panawangan. Setiba di Panawangan, ikuti jalan Raya Cikijing – Kawali hingga tiba persimpangan pada koordinat -7.177648, 108.364181. Ambil arah kanan pada persimpangan ini menuju Jalan Raya Cikijing – Kawali. Ikuti jalan utama hingga menemukan gapura masuk ke Situ Wangi pada koordinat -7.162870, 108.368633. Gapura masuk menuju Situ Wangi berada di sebelah kanan jalan. Pembacaan jarak dan waktu tempuh pada peta adalah 62.3 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 44 menit.

Kondisi jalan, baik Jalan Raya Ciamis – Kawali – Winduraja, Jalan Raya Pagerageung – Panjalu – Kawali, dan Jalan Raya Cikijing – Panawangan – Winduraja akan sangat sepi menjelang malam. Penerangan masih sangat minim serta jarak antar rumah yang cukup berjauhan. Sebaiknya tidak melintas di jalur ini pada malam hari bagi yang belum terbiasa. Situ Wangi sebagai objek wisata masih belum memiliki fasilitas penunjang wisata yang lengkap, bahkan mck. Pengunjung dapat meminta ijin pada warga setempat jika membutuhkan sesuatu. Lokasi Situ Wangi berada sangat dekat dengan permukiman warga.

Sumber lainnya:

http://www.harapanrakyat.com/2016/03/situ-wangi-berpotensi-jadi-obyek-wisata-unggulan-di-ciamis/

http://www.harapanrakyat.com/2010/12/obyek-wisata-situ-wangi-dibiarkan-sareuseuk/

http://fokusjabar.com/2016/02/05/kencing-di-situ-wangi-winduraja-ciamis-bisa-mati/

http://www.harapanrakyat.com/2015/04/begini-sejarah-dan-fenomena-alam-yang-terjadi-di-situ-wangi-kawali-ciamis/

http://fokusjabar.com/2015/10/19/keajaiban-situ-wangi-winduraja-ciamis-di-musim-kemarau/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s